-->

Tips Cara Merawat Bayi Prematur

Bunda sudah tahu belum? Karena perkembangan organ – organnya masih belum sempurna, maka bayi prematur membutuhkan perawatan intensif yang berbeda dari bayi yang lahir normal loh. Bunda sudah tahu belum cara merawat bayi prematur dengan baik dan benar?

Seorang ibu hamil idealnya melahirkan pada usia kehamilan 37 – 41 minggu. Tapi, ada kalanya pula seorang ibu hamil yang melahirkan ketika usia kehamilannya masih belum mencukupi loh. Persalinan yang belum waktunya inilah yang disebut sebagai persalinan prematur.

Nah, karena belum cukup usia, tentu bayi yang dilahirkan secara prematur ini cenderung bermasalah ya Bunda. Hal ini disampaikan oleh dr Engky A Djauharie SpA dari RSAB Harapan Kita Jakarta yang dimuat dalam Majalah Nyata.


Apa saja masalah yang mungkin terjadi pada bayi prematur?

Lebih lanjut, dr Engky menyampaikan bahwa masalah yang biasa terjadi pada bayi lahir prematur misalnya adalah sistem pernapasan atau paru – paru, sistem peredaran darah atau jantung, sistem pencernaan dan penyerapan atau usus dan termasuk juga sistem saraf pusat atau otak.

Karena organ – organ dalam tubuhnya yang memang belum sempurna inilah, bayi prematur butuh perawatan khusus, yakni harus ditempatkan dalam incubator. Karena incubator yang paling baik adalah incubator ibu, maka incubator buatan manusia ini pun dibuat semirip mungkin dengan kondisi rahim ibu.

Misalnya saja mulai dari kondisi suhu, kelembapan sampai pada asupan makanannya. Hal ini dimaksudkan agar bayi tetap merasa seperti masih di dalam rahum ibu. Incubator ini pula yang menjaga suhu bayi agar tetap stabil.

Sebab, sistem pengaruran suhu tubuh bayi lahir prematur memang belum sempurna, sehingga bisa naik turun secara drastis, yang tentu kondisi ini sangat membahayakan kesehatannya. Di dalam incubator inilah bayi prematur akan dirawat sampai kondisi dan berat badannya stabil.


Nah, lantas, apakah kalau bayi prematur sudah lepas dari incubator, maka kondisinya masih sama dengan bayi normal? Hmm. Nampaknya tidak juga loh Bunda. Merawat bayi prematur tidak sama dengan cara merawat bayi yang lahir normal, meskipun si bayi telah lepas dari incubator dan dibawa pulang ke rumah ya.

Sebagai orang tua, Anda harus siap untuk merawat bayi prematur karena merawat bayi prematur ini harus dengan perhatian khusus. Supaya lebih jelas, yuk ikut saran dari dr Engky bagaimana cara merawat bayi prematur yang baik dan benar.

Pantau tumbuh kembang bayi
Bunda harus siap siaga untuk selalu memantau tumbuh kembang si kecil ya. Bunda harus selalu mengecek bagaimana kondisinya, mulai dari pertambahan berat badan, panjang badan, lingkat kepala dan lainnya.

Pastikan bayi tidak tertular penyakit
Masih ingat khan bunda, organ tubuh bayi prematur masih belum sempurna, jadi kondisinya pun relatif rentan terhadap penyakit. Daya tahan tubuhnya yang masih rendah membuat para penyakit ini bisa sangat berbahaya bagi kesehatan si kecil.

Jaga suhu tubuh bayi
Masalah suhu tubuh pada bayi prematur memang cukup mengkhawatirkan. Suhu tubuh bayi prematur relatif tidak stabil, sehingga orang tua harus selalu mengupayakan agar lingkungan sekitar tidak memicu kenaikan atau penurunan suhu tubuh bayi.

Caranya, bunda bisa menempatkan bayi di kamar dengan suhu netral, tidak terlalu panas atau dingin. Begitu juga saat memandikan bayi, suhu air juga tidak boleh terlalu panas atau dingin karena bisa mempengaruhi suhu tubuh bayi.

Sebelum memandikan, ukur dulu suhu tubuhnya. Apabila suhu tubuh bayi belum stabil, lebih baik jangan dimandikan dulu. Lebih baik, tunda sampai suhu tubuhnya stabil di angka 36 derajat celcius.

Berikan ASI
Berikan ASI sesuai kebutuhan nutrisi si kecil ya. Pastikan nutrisinya terpenuhi. ASI yang cukup dapat menjaga bayi dari risiko sembelit, atau feses yang terlalu keras. Karena kondisi ini bisa menyebabkan bayi lupa bernafas loh.

Ketika feses bayi terlalu keras, maka bayi akan mengeluarkan tenaga ekstra, sehingga membuat nafasnya berhenti. Duh, jangan sampai ya Bunda. Memberikan ASI pada bayi prematur ini memang lebih sulit lantaran si bayi lebih banyak tidur.

Karenanya, ibu harus ekstra sabar. Jadi, bila memang sudah waktunya untuk menyusui, bangunkan saja si kecil agar ia tetap mendapatkan asupan nutrisi cukup dari ASI.

Jemur bayi
Memang, bayi yang baru lahir memiliki kecenderungan kuning. Ini terjadi lantaran organ hatinyayang belum berfungsi sempurna dalam mengolah bilirubin. Nah, sebagai pencegahan, bayi bisa dijemur di bawah sinar matahari pagi. Ingat, harus matahari ‘pagi’ yang Bunda.


Pada sinar matahari pagi ini terdapat spectrum sinar biru yang bermanfaat untuk mengurangi kadar bilirubin dalam darah sehingga sangat baik untuk bayi.

Share

LATEST ARTICLES