-->

Kenali Ciri Anak Hiperaktif dengan symptom ADHD

Memiliki anak yang sehat dan sempurna tentu jadi dambaan setiap orang tua. Tapi, bukan berarti kita boleh mengeluhkan anak kita bila terdapat satu atau beberapa hal yang kurang dari mereka, seperti bila kita kebetulan dianugerahi anak dengan ADHD.

Apa itu ADHD?

Nama ADHD dulu disebut dengan istilah ADD (attention deficit disorder). Setelah tahun 1994, istilah ini disempurnakan menjadi ADHD atau attention deficit hyperactivity disorder. Di Indonesia sendiri, anak ADHD lebih sering disebut sebagai ‘anak hiperaktif’ saja.

Kenali Ciri Anak Hiperaktif dengan symptom ADHD

ADHD merupakan bentuk kelainan perilaku pada anak yang secara global dialami oleh sekitar 8 hingga 10% anak. Anak dengan ADHD seringkali bertindak tanpa berpikir dan sulit untuk memusatkan perhatian, dan yang jelas selalu hiperaktif.

Anak ADHD mungkin saja paham tentang apa yang diharapkan dari dirinya, hanya saja, untuk melaksanakan hal tersebut adalah hal yang luar biasa sulit baginya. 

Mereka cenderung tidak mau - atau tidak bisa duduk diam, menaruh perhatian, atau bahkan menyimak detail – detail yang diperlukan untuk menyelesaikan tugas tertentu.

Setiap anak tentu saja senang untuk bertindak ‘aneh – aneh’, selalu ingin tahu, dan senang berlarian atau melakukan kegiatan fisik lainnya. Hanya saja, berbeda dari anak ADHD, jika anak – anak biasa akan lebih aktif ketika bertemu hal – hal baru yang menyenangkan, maka anak dengan ADHD justru akan aktif di segala kondisi dengan seting – seting yang berbeda pula.

Hiperaktif yang dilakukan anak ADHD akan muncul seolah tak ada habisnya. Tentu saja hal demikian bisa menghambat kemampuan anak dalam relasi sosial, akademis, juga di lingkungan rumah sekalipun.

Tapi, jangan khawatir, kabar baiknya, apabila orang tua telah menyadari sedini mungkin tentang ADHD ini, maka sekalipun dengan ADHD, mereka tetap bisa sukses dalam kehidupannya. Dengan treatment yang seksama dan tepat, anak ADHD tetap bisa di-‘kontrol’ untuk menjalani hidup yang lebih rapi.

Tapi, sebelum menjalankan tindakan yang tepat, orang tua tentu harus terlebih dahulu mengenali secara pasti tipe ADHD yang dialami oleh anaknya. Ya! ADHD terbagi dalam 3 (Tiga) tipa pola perilaku yang berbeda. Dimana masing – masingnya memiliki ciri dan butuh treatment yang berbeda pula.


Apa saja tipe pola perilaku ADHD dan apa ciri – ciri ADHD tersebut?

ADHD dapat terbagi dalam tiga tipe pola perilaku yakni tipe inatentif, tipe hiperaktif impulsive dan tipe gabungan. Masing – masingnya memiliki ciri yang berbeda, seperti berikut :

Ciri – ciri anak ADHD tipe inatentif
  • Anak tidak mampu untuk memusatkan perhatian pada detail –detail kecil dan cenderung untuk selalu berbuat ‘salah; ketika melakukan tugas – tugas atau aktivitas lainnya.
  • Anak kesulitan untuk memusatkan perhatian dalam melaksanakan tugas atau aktivitas lainnya.
  • Anak mengalami kesulitan untuk menyimak apa yang sedang disampaikan kepadanya.
  • Anak kesulitan untuk mengikuti instruksi – instruksi.
  • Anak mengalami kesulitan dalam berorganisasi.
  • Berperilaku menghindar atau cenderung tidak suka pada tugas – tugas yang membutuhkan ‘kesabaran’ mental.
  • Cenderung mudah kehilangan benda – benda milik pribadinya, seperti alat tulis, mainan dan hasil pekerjaan rumah yang sudah ia selesaikan.
  • Perhatian anak mudah terpecah.
  • Sering lupa pada aktivitas – aktivitas hariannya.

Ciri – ciri anak ADHD tipe hiperaktif impulsive
  • Anak cenderung ‘ramai’, gemar ‘mengoceh’, atau banyak bicara.
  • Anak tidak senang duduk diam
  • Lebih senang berlarian dan memanjat – manjat serta melakukan aktivitas fisik lain yang umumnya menguras energi.
  • Kesulitan untuk melakukan permainan yang tenang.
  • Tingkat polah hariannya selalu dijalankan dengan sikap ‘on the go’ dengan sangat cepat, tanpa banyak berfikir.
  • Senang menjawab pertanyaan sebelum pertanyaannya selesai disampaikan.
  • Tidak suka bila harus ‘antre’ atau menunggu lama.
  • Bermasalah dengan interupsi atau gemar sekali menyela.

Ciri anak ADHD tipe gabungan
Anak ADHD dengan tipe gabungan memiliki ciri yang merupakan kombinasi dari dua tipe sebelumnya, yakni tipe inatentif dan tipe hiperaktif impulsive. Tipe gabungan inilah yang justru lebih banyak ditemukan pada anak ADHD atau anak hiperaktif.

Mendidik anak ADHD dengan tipe apa pun memang merupakan suatu tantangan yang berat. Diperlukan kesabaran ekstra dan kemampuan managerial yang baik agar anak bisa lebih terkontrol.

Yang perlu diingat adalah mereka sejatinya bukanlah ‘anak jahat’ atau ‘anak yang menyusahkan’ atau bahkan ‘monster kecil’. Mereka tidak pernah memilih untuk menjadi seorang anak dengan ADHD atau anak yang hiperaktif yang menyusahkan.


Sumber: Priyatna, Andri. 2010. Not a Little Monster: Memahami, Mengasuh, dan Mendidik Anak Hiperaktif. Jakarta : Elex Media Computindo.

Share

LATEST ARTICLES